Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IV Ilmu Kesehatan Anak, Workshop (20-21 feb 2009), Seminar (22-24 Feb 2009).
Tempat: JW Marriot Hotel Medan
Registrasi & Info hubungi: 061 76650855
PIT IV Ilmu Kesehatan Anak
Januari 15, 2010Hasil Rapat tgl 27 Juni 2009
Juni 30, 2009Hasil rapat IDI Cabang Nagan Raya tanggal 27 Juni 2009:
1. Memfokuskan dalam waktu dekat ini untuk pengadaan pelantikan pengurus IDI Cabang Nagan Raya.
2. Sehubungan dengan diadakannya pelantikan pengurus IDI Cab. Nagan Raya, maka diperlukan dana untuk pelaksanaan pelantikan tersebut, oleh karena itu kepada pengurus IDI Cab. Nagan Raya dimintakan sumbangan sebesar minimal Rp. 200.000,- dan kepada anggota IDI Cab. Nagan Raya dimohonkan memberikan sumbangan secara sukarela. (Sesuai dengan surat IDI Cab. Nagan Raya nomor: 12/IDI-NR/VI/09, ditandatangani ketua umum dr. Agussyah Putra dan sekretaris umum dr. Andri Yunafri)
3. Seluruh sumbangan dari pengurus dan anggota IDI tersebut diserahkan ke bendahara IDI Cab. Nagan Raya (Ts. dr. Elisia – dokter puskesmas Suka Mulia) untuk disimpan pada rekening resmi IDI Cab. Nagan Raya.
4. Membentuk panita pelantikan IDI Cab. Nagan Raya dengan ketua panita dr. T. Fadlian Syah dan sekretaris panita dr. Muldani.
Dimohonkan doa nya demi kemajuan IDI Cab. Nagan Raya tercinta ini
Terima kasih
(Sekretariat IDI Cabang Nagan Raya)
Untuk sebuah tugas baru…
Juni 4, 2009Dalam rangka pengembangan SDM di Nagan Raya, khususnya tenaga dokter diperlukan peningkatan kemampuan profesional yang beretika sesuai dengan Misi IDI.
Oleh karena itu, IDI Nagan Raya akan mengambil peran dalam peningkatan SDM yang profesional. Dan juga diperlukan segenap tenaga dari seluruh anggota IDI Nagan Raya yang baru saja terbentuk yang secara SK kepengurusan tertulis telah dikeluarkan PB IDI.
Untuk sebuah tugas baru, dalam rangka menjalankan roda organisasi, telah terjadi pergantian tugas dan tanggungjawab, beberapa nama anggota terjadi resuffle, seperti dr. Muhammad Jabir yang dulunya sekretaris IDI Nagan Raya digantikan oleh dr. Andri Yunafri, yang akan menjalankan pendidikan dokter spesialis di Unair. Untuk ketua P2KB di amanahkan kepada dr. Arfandi Bukit, wakil sekretaris dr. Muldani, Ketua bidang kesejahteraan anggota dr. Fheryanto, Ketua bidang Hubungan masyarakat dan publikasi dr. Teuku Fadlian Syah.
Semoga sebuah tugas baru ini menjadi langkah awal dalam menjalankan amanah dan tanggungjawan bersama untuk kemajuan IDI Nagan Raya ke depan.
Undangan Rapat
Februari 28, 2009Di undang kpd seluruh teman sejawat dokter di Nagan Raya utk hadir pd rapat yg insya Allah pd
Hari,tanggal :Ahad,1 Maret 2009
Waktu : Pukul 09.00 – selesai
Tempat : Warung Pak Dede (depan PKM Jeuram)
Agenda : Pembentukan panitia&Pembahasan P2KB online(pengisian SKP),kelengkapan berkas IDI(NPA),dll.
Harap membawa pas foto warna&foto kopi STR&ijazah.
Ketua IDI Nagan Raya
dr.Agussyah Putra.
Pemerintah masih membutuhkan 5.339 dokter spesialis
Februari 16, 2009JAKARTA, SENIN — Pemerintah masih membutuhkan 5.339 dokter spesialis untuk mengisi fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air.
“Sementara jumlah penempatan dokter spesialis dalam lima tahun terakhir rata-rata 343 orang per tahun,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menjawab pertanyaan anggota DPR dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kata Siti Fadilah Supari, Departemen Kesehatan bekerja sama dengan 13 fakultas kedokteran membuat kebijakan percepatan pelayanan medik spesialtik melalui pendidikan dokter spesialis berbasis kompetensi.
“Dokter yang lulus tes akademik akan diberi bantuan biaya pendidikan dokter spesialis sesuai dana yang tersedia dan bagi yang berstatus non-PNS diupayakan diangkat jadi PNS daerah,” katanya.
Ia menambahkan, tahun 2008, pemerintah telah memberi bantuan dana tugas belajar kepada 700 orang dan tahun 2009 akan memberikan bantuan dana tugas belajar kepada 1.040 orang.
“Sampai dengan tahun 2010 diharapkan 6.000 orang mendapat bantuan dana tugas belajar,” katanya. Sementara menunggu penerima bantuan dana tugas belajar menyelesaikan studi, lebih lanjut ia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah dilakukan dengan menempatkan senior residen.
Senior residen adalah dokter umum peserta pendidikan dokter spesialis mandiri yang berada pada tahap akhir pendidikan dokter spesialis, tetapi belum lulus dari pendidikannya. Pada 2008, kata dia, penempatan 52 senior residen diprioritaskan di 25 rumah sakit daerah di 11 provinsi.
“Untuk tahun 2009, direncanakan penempatan senior residen sebanyak 398 orang,” katanya.
Ia menjelaskan pula bahwa sampai tahun 2008, jumlah dokter spesialis berstatus pegawai negeri sipil sebanyak 12.277 orang. Kecenderungan penurunan penempatan dokter spesialis di daerah, menurut dia, terjadi karena jumlah dokter spesialis yang mengikuti pendidikan spesialis juga menurun.(Kompas.com 17 Februari 2009).
Jd bagi teman2 sejawat yg masih ingin sekolah spesialis, masih ada kesempatan neh.. Buruan.. mumpung blm lewat umur.
Ditulis oleh idinaganraya